😭 😭 😭

Anak Nangis Langsung Digendong, Dihibur, atau Dilarang…


Salah Gak Sih? 🤔

Ayah & Ibu, seringkah melakukan ini?

Melarang anak untuk menangis

Panik lalu langsung menggendong agar segera diam

Mengalihkan dengan hiburan supaya tangisan berhenti

Meminta anak “jangan cengeng” atau “hep hep udah cukup”

Faktanya, cara ini mungkin membuat tangisan berhenti seketika, tapi tidak menyentuh akar emosinya.


Tangisan yang ditekan justru bisa menumpuk dan meninggalkan luka lebih dalam.

Di webinar recorded 👇️

1756956502134-Menangis

Ayah & Ibu akan menemukan perspektif baru: tangisan bukan kelemahan, tapi mekanisme alami untuk self-regulation dan healing.


Menangis adalah bagian penting dari pertumbuhan emosional anak, yang perlu direspons dengan bijak—bukan ditolak atau dipadamkan.

Dengan mengikuti webinar ini, Insya Allah Ayah & Ibu akan:

Memahami fungsi air mata secara fisik, psikologis, dan spiritual

Mengetahui apa yang terjadi saat anak menangis

Melihat tangisan sebagai bagian dari self-regulation

Memahami kaitan tangisan dengan trauma yang tersimpan

Belajar merespons tangisan anak dengan cara yang menenangkan, bukan menekan

Yuk kita belajar bareng di 👇️

1756956502134-Menangis

Apa saja yang akan Ayah & Ibu pelajari di webinar recorded ini?


  • Menyelami makna tangisan & fungsi air mata
  • Apa yang sebenarnya terjadi saat anak menangis
  • Menangis sebagai mekanisme self-regulation
  • Hubungan tangisan dengan trauma
  • Bagaimana merespons tangisan anak dengan lebih bijak
  • Mengizinkan tangisan mengalir sebagai bagian dari proses penyembuhan

Fasilitas yang Didapat:

Rekaman Webinar yang telah berlangsung

Materi PDF

Biaya Pendaftaran:

99 ribu

79 ribu

Pelajari dan amalkan, semoga Allah mudahkan.

👇️ Tentang Pemateri 👇️

1756957036021-Screen Shot 2025-09-04 at 10.37.06

👋 Halo, salam kenal.


Saya dr. Widi, seorang ibu pembelajar, sekaligus Holistic and Natural Healing Practicioner yang saat ini fokus menemani perjalanan dan mengedukasi para Ibu untuk terus berdaya mengenai kesehatan diri, anak dan keluarganya.


Alhamdulillah sudah RIBUAN Ibu tergabung di kelas-kelas dan komunitas yang saya bentuk, sama-sama belajar, saling mendukung, mengingatkan, dan menyemangati untuk terus tumbuh demi menciptakan generasi yang lebih baik lagi. Aamiin.. 🤲